Menurut Gie dalam “Ensiklopedia Ekonomi, Bisnis dan Manajemen” (1997: 265), secara aspek sosial dan politik, sektor industri kecil dan industri rumah tangga adalah sektor yang terdiri atas orang-orang berpenghasilan rendah yang cenderung dilupakan dan diremehkan, tetapi mampu memberi stabilitas untuk ketenangan usaha bagi sektor usaha skala besar, karena antara lain kemampuan menampung tenaga kerja dan pengangguran. Sektor ini juga merupakan sektor paling merana kemakmuran dan kesejahteraan hidupnya, tetapi bagi bangsa secara keseluruhan, mereka adalah sektor yang mampu berfungsi sebagai peredam, penampung dan penangkal letupan dan ledakan yang secara potensial bisa terjadi dengan meningkatnya pengangguran dari waktu ke waktu. Selegkapnya klik di sini
Showing posts with label Skripsi. Show all posts
Showing posts with label Skripsi. Show all posts
Saturday, June 9, 2012
Peran Serta Kaum Ibu dalam Pelestarian Anyaman Keranjang
Penerapan Diskusi Kelompok dalam Pembelajaran IPS di SMP
A. Latar Belakang Masalah
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk pendidikan dasar dan menengah memuat tentang Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SMP/MTs mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi. Tujuan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Indonesia adalah membentuk warga negara yang baik, membantu peserta didik memecahkan masalah, dan menumbuhkan kebanggaan akan budaya bangsa yang menekankan pada pengembangan nilai-nilai dan tingkah laku peserta didik. Selain itu melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Selengkapnya klik di sini
Saturday, April 7, 2012
Hubungan Kemampuan Menerjemahkan Surat Pendek dengan Nilai Budi Pekerti Siswa
A. Latar Belakang Masalah
Berdasarkan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia bab I pasal 1 bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dari penjelasan tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa tujuan pendidikan di Indonesia tidak hanya bertujuan untuk menciptakan suatu sumber daya manusia yang cerdas, terampil dan berintelektual tinggi, tetapi juga mewujudkan manusia Indonesia yang memiliki akhlak atau budi pekerti mulia yang dilandasi ajaran agama yang mereka anut. lengkap download here
Saturday, March 31, 2012
Layanan Informasi Pendidikan Tinggi di SMA
Memilih jurusan di perguruan tinggi merupakan hal penting bagi siswa kelas XII SMA, karena merupakan penentu bagi masa depan mereka nantinya yang dapat mempengaruhi keberhasilannya dalam pendidikan dan masa depan karirnya. Namun beberapa siswa yang telah menjadi mahasiswa mengalami drop out dengan alasan tidak menyukai institusi pendidikannya, baik lingkungannya maupun bidang studi yang diambilnya (Santrock, 1990). Mereka merasa telah salah dalam memilih jurusan yang kini sedang dijalaninya, karena memilih jurusan yang sama dengan teman-teman, paksaan orang tua (Sarlito, 1997), memilih jurusan yang dianggap favorit, dan kurangnya informasi akan jurusan yang ada. Siswa memilih jurusan tanpa memperhatikan minat, kemampuan, dan kesesuaian diri mereka sehingga menimbulkan hambatan seperti menjadi malas-malasan dalam mengikuti kurikulum yang diberikan, yang dapat menyebabkan kegagalan dalam bidang akademis dan drop out. Skripsi lengkap download here
Subscribe to:
Posts (Atom)