Pemasaran ada dimana-mana secara formal dan informal, orang dan organisasi terlibat dalam sejumlah besar aktivitas yang dapat kita sebut pemasaran. Pemasaran yang baik telah menjadi elemen yang semakin vital untuk kesuksesan bisnis. Pemasaran sangat mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Pemasaran melekat dalam setiap hal yang kita lakukan, dari pakaian yang kita pakai, situs internet yang kita klik hingga iklan yng kita lihat.
Showing posts with label Manajemen SDM. Show all posts
Showing posts with label Manajemen SDM. Show all posts
Saturday, April 7, 2012
Konsep Pemasaran
Saturday, March 31, 2012
Kepuasan Kerja
1. Konsep Kepuasan Kerja
Menurut Davis (1984) kepuasan merupakan suatu keadaan yang menyokong atau tidak menyokong yang dialami karyawan dalam bekerja. Hal tersebut dapat berupa persamaan antara hasil yang diharapkan oleh karyawan dari suatu pekerjaan dengan hasil yang diperolehnya. Kepuasan seorang karyawan atau kelompok dapat mewakili kondisi karyawan secara keseluruhan. Kepuasan karyawan pada suatu waktu akan berbeda pada waktu yang lain, karena sifat seseorang akan berubah seiring dengan perubahan waktu. Robbins (2001) mendefinisikan kepuasan sebagai sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya, seseorang dengan tingkat kepuasan yang tinggi akan menunjukkan sikap yang positif terhadap pekerjaannya, sedangkan seseorang yang tidak merasa puas dengan pekerjaannya akan menunjukkan sikap yang negatif.
Thursday, March 29, 2012
Konsep Kinerja
Rue and Byard (1997:221) mendefinisikan kinerja bisnis sebagai hasil yang dicapai oleh suatu organisasi. Menurut Prawirosentono (1997:2), kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Kinerja adalah hasil kerja kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Anwar Teguh Sulistiyani (2003:223) mendifinisikan kinerja seseorang merupakan kombinasi dan kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat di nilai dari hasil kerjanya. Sedangkan menurut Rivai (2004:309) Kinerja adalah merupakan perilaku yang nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah perumusan tujuan, terdapatnya kerja sama, sifatnya berkelanjutan, terjadi komunikasi dua arah dan terdapat umpan balik (feedback).
Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara illegal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika Prawirosentono, (1977:2)
Sedarmayanti (2001:30) mendefinisikan kinerja sebagai keluaran atau hasil dari suatu proses. Timpe (1993:47) menyatakan bahwa penilaian tingkat kinerja yang dikerjakan dengan jelas. Kinerja adalah tindakan-tindakan atau kegiatan yang dapat diukur (Waterhouse and Svensen, 1985:59). Pendapat yang senada juga dikemukakan oleh Wells and Spinks (1996) bahwa kinerja menunjukan hasil-hasil perilaku yang bernilai dengan criteria atau standar mutu. Berdasarkan beberapa pendapat diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kinerja adalah suatu prestasi yang dicapai oleh seorang guru sebagai hasil dari tindakan yang telah dilakukan secara terprogram menurut kriteria yang telah ditentukan baik oleh sekolah maupun pihak-pihak yang berwenang.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah perumusan tujuan, terdapatnya kerja sama, sifatnya berkelanjutan, terjadi komunikasi dua arah dan terdapat umpan balik (feedback).
Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara illegal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika Prawirosentono, (1977:2)
Sedarmayanti (2001:30) mendefinisikan kinerja sebagai keluaran atau hasil dari suatu proses. Timpe (1993:47) menyatakan bahwa penilaian tingkat kinerja yang dikerjakan dengan jelas. Kinerja adalah tindakan-tindakan atau kegiatan yang dapat diukur (Waterhouse and Svensen, 1985:59). Pendapat yang senada juga dikemukakan oleh Wells and Spinks (1996) bahwa kinerja menunjukan hasil-hasil perilaku yang bernilai dengan criteria atau standar mutu. Berdasarkan beberapa pendapat diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kinerja adalah suatu prestasi yang dicapai oleh seorang guru sebagai hasil dari tindakan yang telah dilakukan secara terprogram menurut kriteria yang telah ditentukan baik oleh sekolah maupun pihak-pihak yang berwenang.
Subscribe to:
Posts (Atom)