Sejumlah penulis prosa yang mencapai puncak keemasannya – Defoe and Swift, Adison and Steele, Johnson and Goldsmith, Boswell and Burke – sebagai founders of the novel. Richardson, Fielding, Sterm dan Pope – diposisikan sebagai penulis prosa.
Para penulis tersebut lebih banyak menggunakan intelektual daripada imaginasi maupun emosi dalam menulis karya-karyanya. Klaim ini didasarkan pada Gulliver’s Travel, Robinson Crusoe, yang ceritanya bukan didasarkan pada daya imajinasi tetapi lebih pada pengalaman nyata. Tujuan yang ada dalam Guliver’s Travel bukanlah untuk menghibur tetapi to satirize politic, religion, learning dan berbagai sendi-sendi kehidupan.
Para penulis tersebut lebih banyak menggunakan intelektual daripada imaginasi maupun emosi dalam menulis karya-karyanya. Klaim ini didasarkan pada Gulliver’s Travel, Robinson Crusoe, yang ceritanya bukan didasarkan pada daya imajinasi tetapi lebih pada pengalaman nyata. Tujuan yang ada dalam Guliver’s Travel bukanlah untuk menghibur tetapi to satirize politic, religion, learning dan berbagai sendi-sendi kehidupan.