Showing posts with label Ekonomi dan Pembangunan. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi dan Pembangunan. Show all posts

Sunday, September 2, 2012

Konsep Promosi


Menurut Kasmir (2002,h.11) “ Promosi adalah salah satu variable dari marketing mix atau bauran pemasaran dan merupakan salah satu kegiatan pemasaran yang penting bagi pemasaran untuk menigkatkan Volume penjualan dan tetap eksis ditengah persaingan.

Sedangkan memurut Mursid (2003,h.95) menyatakan promosi adalah komunikasi yang persuasive, mengajak, mendesak membujuk, meyakinkan. Ciri komunikasi yang persuasive (komunikasi adalah : ada komunikator yang secara terencana mengatur berita dan cara penyampaiannya untuk mendapatkannya akibat tertentu dalam sikap dan tingkah laku si penerima ( target pendengar).

Saturday, April 7, 2012

Konsep Pemasaran

Pemasaran ada dimana-mana secara formal dan informal, orang dan organisasi terlibat dalam sejumlah besar aktivitas yang dapat kita sebut pemasaran. Pemasaran yang baik telah menjadi elemen yang semakin vital untuk kesuksesan bisnis. Pemasaran sangat mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Pemasaran melekat dalam setiap hal yang kita lakukan, dari pakaian yang kita pakai, situs internet yang kita klik hingga iklan yng kita lihat.

Wednesday, April 4, 2012

Pembangunan Berbasis Masyarakat 

Pembangunan yang berbasis masyarakat yang menempatkan posisi masyarakat sebagai aktor/manajer pembangunan dan hanya sedikit melibatkan intervensi pihak lain seperti LSM maupun pemerintah (http//en.wikipedia.org). Sumbangan pembangunan berbasis masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan
diantaranya: 1) Meningkatkan kapasitas lokal, program pelatihan/transfer tekonologi, 2) Program pemeliharaan fasilitas umum termasuk pemeliharaan prasarana jaringan air minum pedesaan, dan 3) Masyarakat dapat menyampaikan aspirasi kepada pemerintah mengenai program‐program apa yang dibutuhkan dan bersifat krusial bagi masyarakat lokal. 

Friday, March 30, 2012

Peran Masyarakat pada Sektor Ekonomi Informal


Pertumbuhan penduduk suatu negara yang diiringi dengan pertambahan angkatan kerja telah menimbulkan permasalahan tersendiri. Hal ini antara lain disebabkan belum berfungsinya semua sektor kehidupan masyarakat dengan baik serta belum meratanya pembangunan disegala bidang sehingga ketersediaan lapangan pekerjaan tidak seimbang dengan laju pertumbuhan penduduk yang cepat dan dinamis. Sektor formal tidak mampu memenuhi dan menyerap pertambahan angkatan kerja secara maksimal yang disebabkan adanya ketimpangan antara angkatan kerja yang tumbuh dengan cepat dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Karena itu sektor informal menjadi suatu bagian yang penting dalam menjawab permasalahan lapangan kerja dan angkatan kerja.

Konsep Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Pusat pertumbuhan (growth pole) dapat diartikan dengan dua cara, yaitu secara fungsional dan secara geografis. Secara fungsional, pusat pertumbuhan adalah suatu lokasi konsentrasi kelompok usaha atau cabang industri yang karena sifat hubungannya memiliki unsur-unsur kedinamisan sehingga mampu menstimulasi kehidupan ekonomi baik ke dalam maupun ke luar (daerah belakangnya). Secara geografis, pusat pertumbuhan adalah suatu lokasi yang banyak memiliki fasilitas dan kemudahan sehingga menjadi pusat daya tarik (pole of attraction), yang menyebabkan berbagai macam usaha tertarik untuk berlokasi di situ dan masyarakat senang datang memanfaatkan fasilitas yang ada di kota tersebut, walaupun kemungkinan tidak ada pola interaksi antara usaha-usaha tersebut.

Teori Pembanguna Ekonomi


Dalam proses pembangunan ekonomi, masalah percepatan pertumbuhan ekonomi antardaerah adalah berbeda, sehingga mengakibatkan ketimpangan regional tidak dapat dihindari mengingat adanya perbedaan dalam kekayaan sumber daya yang dimiliki antara daerah yang satu dengan daerah yang lainya. Dasar pelaksanaan pembangunan itu sendiri serta konsentrasi kegiatan ekonomi juga berbeda. Menurut Anwar (1996:17) teori-teori yang menjelaskan tentang pertumbuhan suatu daerah dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu :

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Perbedaan pokok antara pertumbuhan perekonomian nasional dan analisispertumbuhan daerah adalah perpindahan faktor (factor movements). Asumsi bahwa perekonomian suatu bangsa sebagai perekonomian tertutup yang acap kali digunakan dalam analisis pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat digunakan dalam analisis pertumbuhan ekonomi daerah. Adanya kemungkinan masuk dan keluarnya arus perpindahan tenaga kerja dan modal sangat memperbesar peluang bagi perbedaan tingkat pertumbuhan regional, bahkan kendati stok sumbersumber nasional telah dalam kapasitas penggunaan penuh karena dalam analisis dinamika sebenarnya, stok ini sendiri akan bertambah besar, maka tingkat pertumbuhan suatu daerah dapat jauh lebih tinggi dari pada tingkat normal yang dicapai oleh perekonomian nasional.

Pembangunan Ekonomi Daerah


Pengertian daerah berbeda-beda tergantung pada aspek tinjauannya. Dari aspek ekonomi, daerah mempunyai tiga pengertian yaitu (Lincolin Arsyad, 1999):
a. Suatu daerah dianggap sebagai ruang dimana kegiatan ekonomi terjadi di dalam berbagai pelosok ruang tersebut terdapat sifat-sifat yang sama. Kesamaan sifat-sifat tersebut antara lain dari segi pendapatan perkapitanya, sosial budayanya, geografisnya, dan sebagainya. Daerah dalam pengertian seperti ini daerah disebut daerah homogen.

Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi

Istilah pembangunan ekonomi digunakan secara bergantian dengan istilah pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan ekonomi dan perubahan jangka penjang. Ursula Hicks dan Schumpeter (Jhingan, 1992) membedakan pembangunan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. pembangunan ekonomi mengacu pada masalah yang dihadapi negara sedang berkembang, sedangkan pertumbuhan ekonomi mengacu pada masalah negara maju. Masalah negara berkembang menyangkut pengembangan sumber-sumber yang tidak atau belum digunakan, kendati penggunaannya telah cukup dikenal. Sedangkan negara maju terkait dengan pertumbuhan. Hal ini terkait dengan keberadaan sumber-sumber ekonomi yang ada telah digunakan pada batas tertentu.