Monday, April 9, 2012

MASA ROMANTISME

PERIODE KREATIF KEDUA SASTRA INGGRIS
Paruh pertama abad ke-19 tercatat sebagai the triumph of romanticism in literature dan juga democracy in government. Keduanya berjalan beriringan. Penekanan utama puisi pada awal masa ini adalah bentuk susunannya yang rumit, tanpa menggunakan terlalu banyak perasaan. Heroic couplet banyak digunakan pada bait-baitnya.

The lyrical ballad (1798) datang membawa kejutan, sebagai pertanda awal dari masa romantisme adalah adanya kerjasama antara William Wordsworth dan Samuel Taylor Coleridge, sering dikenal sebagai the Lake Poets, karena mereka berdua suka tinggal di daerah danau di barat daya Inggris dan hidup di sana. Wordsworth adalah a pet of nature dan memiliki kemampuan khusus to throw a charm over ordinary things. Coleridge, sebaliknya, mampu make mysterious events acceptable to the readers’ mind. Kedua pujangga ini tidak banyak menggunakan bahasa puisi kuno.
Wordsworth dipenuhi oleh cintanya pada alam, pada edisi selanjutnya dari Lyrical Ballad (1800-2), dia berkata bahwa the language of poetry ought to be the same of simple farmworker. Imajinasinya telah membawa ia jauh ke dalam kehidupan dan pemikiran orang-orang desa.
WORDSWORTH’S CREATOR OF NATURE
Our birth is but asleep and forgetting
The soul that raises with us, our life’s star,
Hath had elsewhere its setting,
And cometh from afar;
And not in utter nakedness
But trailing clouds of glory do we come
From god, who is our home

I heard among the solitary hills
Low breathing coming after me, and sounds
Of undistinguishable motion

Pada akhir-akhir tahunnya, mungkin karena terlalu banyak menulis; puisi dan prosanya menjadi tumpul dan tidak imajinatif lagi.
COLERIDGE
Puisi Coleridge, the Rime of the Ancient Mariner, muncul pada edisi pertama dari Lyrical Ballads. Puisi berisi tentang seorang lelaki tua yang menggambarkan beberapa kesialan aneh yang menimpa kapalnya. Kisah ini terjadi di South Pole ketika ia menembak seekor burung besar dan setelah kejadian tersebut kutukan menimpa kapalnya. Angin tidak bertiup, persediaan air menipis dan pelaut-pelaut lain meninggal karena kehausan. Pelaut tua tersebut kemudian ditinggalakan sendirian:
Alone, alone, all alone,
Alone on a wide, wide sea,
And never a saint took a pity on me
My soul in agony
The many men so beautiful
And they all dead did lie
And a thousand thaousand slimy things
Lived on, and so I did
PERCY BYSHE SHELLY

Shelly merupakan seorang pujangga besar, berasal dari keluarga baik-baik, sibuk dan kaya. Dia berjuang melawan penyebab-penyebab penderitaan manusia dan menentang nilai-nilai agamis yang diterimanya. Dia memandang kebaikan sebagai sesuatu yang hakiki dan dia menghendaki semua manusia menjadi bebas. Karya terkenalnya Ode to the West Wind memberikan ekspresi keliaran dan kebebasan imajinasinya (karya-karya shelly dapat dilihat pada lampiran).
Keats menulis puisi dengan kekayaan detilnya dan menyalahkan bahasa Shelley yang sangat miskin. Keat juga menulis Ballad, La Belle Dame Sans Merci, yang menceritakan seorang ksatria yang mengimpikan kekasihnya, tetapi terbangun dalam kesendirian pada sisi jurang yang dingin, dimana tak ada burung yang bernyanyi. La Belle Dame oleh beberapa orang dianggap sebagai Tuberculosis, penyakit yang akhirnya membunuh Keats pada awal usianya yang ke-26 tahun. Sehlley juga meninggal pada usia muda dan disemayamkan di dekat Lerici, Itali, pada usia 29 tahun. Byron juga meninggal (karena penyakit) sebelum usia 40 tahun. Berikut adalah petikan ballad yang diungkapkan oleh Keats.
A thing of beauty is a joy forever;
Its loveliness increases; it will never
Pass into nothingness; but still will keep
A bower quiet for us; and a sleep
Full of sweet dreams, and health, and quiet breathing


GEORGE NOEL GORDON, LORD BYRON (1788-1824)
Byron, salah satu figur pemberontak terkenal pada masa pemberontakan. Walapun banyak orang mengagumi kejeniusannya, tetapi hanya sedikit orang yang dapat memahaminya. Karena sedikit sekali pengaruh para pujangga sekolahn pada dirinya, menyebabkan ia tumbuh lebih berdasarkan pada bakat daripada pendidikan. Orang-orang memusuhinya; banyak peristiwa pahit meracuni hidupnya. Berikut kutipan dari karyanya:
”I have not loved the world, nor the world me;
”This but a worthless world to win or lose;

dan beberapa tahun kemudian ia menulis:

”Though life’s dull road, so dim and dirty,
I have dragged to three and thirty.:

Setahun sebelum meninggalkan Cambridge (1807), Byron menerbitkan volume pertama bukunya, Hours of Idleness, yang hanya berisi satu puisi. Sisa hidupnya dihabiskan di Eropa. Fakta-fakta periode ini tidak ada catatan yang ditemukan kecuali karya terakhirnya. Pada tahun 1823 dia mengabdikan hidupnya untuk perjuangan kemerdekaan Turki, menghibahkan hartanya dan aktif membantu tentara Turki dan meninggal pada tanggal 19 April 1824 akibat serangan penyakit menular. Pada masa akhir hidupnya Byron menulis The Prisoner of Chilon, Mazepa dan masterpiece-nya Don Juan.

ALFRED LORD TENNYSON
Puisi-puisi awal Tennyson banyak mendapat kritikan, tetapi pada karya selanjutnya dia menulis kembali beberapa karya tersebut dan menjadikan satu dengan karya-karyanya yang lain. The Lotus Eaters, sebuah puisi yang mengisahkan petualangan Ulyses dan anak buahnya, yang memberikan sebuah citra tinggi dan membuktikan bahwa dia adalah seorang master.
Surely, surely slumber is more sweet than toil , the
shore than labour on the deep mid-ocean,
Win and wave and oar!
Oh rest ye, brother mariners, we will not wander more

Tennyson menyadari betul bahwa pikiran sangat diperlukan dalam karya sastra, dan pada tahun 1842 dia menerbitkan dua buku puisi yang penuh dengan keseriusan dan pemikiran serta penuh dengan irama. Tennyson menjadi seorang seniman yang penuh dengan kehati-hatian, memilih masing-masing kata dengan penempatannya yang tepat dengan penuh perhatian. Dalam Morte D’Arthur, dia menempatkan Cerita Malory dalam bentuk Blank Verse agar kekuatan dialognya dapat didengarkan dengan jelas. Berikut kutipannya:
So all day long the noise of battle rolled
Among the mountains by the winter sea,
Until King Arthur’s table, man by man
Had fallen in Lyonesse about their lord
King Arthur


Tennyson juga menulis The Princess dengan lirik yang sangat bagus, berikut cuplikannya:
Sweet and low, sweet and low,
Wind of the western sea,
Low, low breath and blow
Wind of the western sea!
Over the rolling water go,
Come from the dying moon and blow,
Blow him again to me;
While my little one, while my pretty one, sleeps.

BROWNING
Browning memiliki cara yang rapi dalam mengunglapkan gagasan atau ide-idenya. Berikut beberapa kutipan dari tulisannya:
That shall be tomorrow
Not tonight
I must burry sorrow
Out of sight (A woman last word)

Oh to be in England
Now that’s April there (home thought from a broad)

Who knows but the world may end tonight? (the last ride together)
How do I love thee? Let me count the ways
I love thee to the depth and breath and height
My soul can reach

RUDYAR KIPLING
Kipling adalah novelis yang juga menulis puisi. Puisi-puisinya menggunakan bahasa asli laki-laki, kuat dan bebas. Puisi-puisinya terfokus pada laki-laki yang berada pada tempat dan kondisi yang aneh atau asing. Those who go home still have memories of persons and places far away, Kipling megubah pikran-pikiran tersebut menjadi kata-kata. Dalam Mandalay, dia menghadirkan pikiran-pikiran tentara Inggris yang meninggalkan dunia Timur kembali ke London:
By the old Moulmein Pagoda, looking eastward to the sea
There’s a Burma girl a-sitting, and I know she thinks of me
For the winds in the palm trees, and the temple bells
They say:
”Come you back, you British soldier; come you back to
Mandalay!...........
But that’s all shove behind me – long ago and far away
And there ain’t no buses running from the Bank to
Mandalay

MAKNA ROMANTISME
Sebagai sebuah pemikiran dan pendekatan terhadap karya sastra, Romantisme diasosiasikan dengan ”Vitality, powerful emotion, limitless and dreamlike ideas, and unusual individuals. Clasikisme sebagai penyeimbangnya diasosiasikan dengan ”order, strong common sense, controlled reason, and normal types”, sebagaimana telah kita bahas dalam era Pope di awal abad 18.
Sebagai masa yang bersejarah dalam kesusasteraan Inggris, masa romantisme berlangsung dari tahun 1798, ketika Wordsworth dan Colredge menerbitkan lyrical ballad mereka, sampai pada sekitar tahun 1830-an, ketika Ratu Victoria jatuh (1837) dan semua pujangga-pujangga penting meninggal kecuali Wordsworth. Selama masa ini, gagasan-gagasan revolusioner di Amerika dan Perancis sudah secara luas merasuki pemikran-pemikiran manusia dan para perinits sastra memandang dunia dengan cara yang baru dan keras. Merela merevolusi cara-cara lama dalam sastra.

No comments:

Post a Comment